
Beirut - Kelompok Hizbullah merilis sebuah video berdurasi hampir 10 menit yang menampilkan rekaman 17 posisi militer Israel di Dataran Tinggi Golan, wilayah Suriah yang diduduki Tel Aviv. Video ini diklaim diambil menggunakan pesawat pengintai milik sayap bersenjata Hizbullah.
Dilaporkan oleh Reuters dan Al Arabiya pada Rabu (10/7/2024), video ini menjadi bagian kedua dari serangkaian aksi yang menunjukkan kemampuan pengintaian kelompok yang didukung Iran ini terhadap Israel, di tengah ketegangan yang semakin meningkat di kawasan tersebut.
Baca Juga : Penyebaran Virus West Nile: Peringatan bagi Masyarakat Israel
Penerbitan video ini terjadi di saat serangan lintas perbatasan hampir terjadi setiap hari antara Hizbullah dan militer Israel. Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel meningkat sejak perang di Jalur Gaza pada Oktober tahun lalu.
Pada Juni lalu, Hizbullah juga merilis video berdurasi lebih dari sembilan menit yang menunjukkan hasil pengintaian drone di beberapa lokasi penting di Israel, termasuk bandara dan pelabuhan di Haifa.
"Publikasi video ini mengirimkan pesan yang jelas kepada musuh dan pasukannya," kata pejabat humas Hizbullah, Muhammad Afif, dalam pernyataannya.
"Pentingnya hal ini terletak pada menunjukkan kemampuan teknis dan teknologi kami dalam bidang pengintaian serta memperoleh informasi penting yang kami perlukan di masa-masa perang," tambahnya.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel terkait video yang dirilis oleh Hizbullah tersebut.
Dengan peningkatan ketegangan di perbatasan, video ini menambah ketegangan dan memperlihatkan kemampuan pengintaian Hizbullah yang semakin canggih. Keadaan ini menandakan babak baru dalam dinamika konflik di kawasan tersebut, yang berpotensi mempengaruhi stabilitas regional.